PEMBERANTASAN TUBERCULOSA DENGAN PAGUYUBAN PENDERITA TUBERCULOSA

Posted on Februari 10, 2011

2


PAGUYUBAN TBC PLUS

( PROGRAM PEMBERANTASAN PENYAKIT TBC DENGAN PEMBERDAYAAN  )

I.  PENDAHULUHAN

Sejak tahun 1995 program pemberantasan Tuberkulois Paru ,telah dilaksakan dengan strategi DOTS ( Directly Observed Treatment,Shortcaursechemotherapi ) yang direkomendasikan  WHO .Kemudian berkembang seiring dengan pembentukan GERDUNAS – TBC ,maka pemberantasan penyakit Tuberkulosis Paru berubah menjadi program Penanggulangan Tuberkulosis TBC.

Penanggulangan dengan strategi DOTS dapat memberikan angka kesembuhan yang tinggi .Bank Dunia menyatakan strategi DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling Cost – Efective

Dengan strategi DOTS ,menejemen penanggulangan TBC di Indonesia ditekankan pada tingkat kabupaten / kota.

II. Latar Belakang

Visi Puskesmas Mantup adalah “ Pelayanan Prima Menjadi Budaya Kerja “

Misi :

  • Melakukan terobosan / inovasi dalam setiap kegiatan atau program kesehatan
  • Memberikan pelayanan yang aman, nyaman, terjangkau dan profesional
    • Mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan.
    • Meningkatkan kemampuan, tanggung jawab, kerjasama provider dalam masalah tehnis dan managemen pelayanan kesehatan.

Kecamatan Mantup terdiri dari 15 Desa, 74 Dusun, dengan jumlah penduduk 4.464 jiwa,  Dari tahun ke tahun tumbuh kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Puskesmas dalam penyembuhan penyakit TBC. Sehingga pada tiap tahun terjadi peningkatan cakupan penderita TBC. Cakupan penderita TBC tahun 2007 sebanyak 44 orang, tahun  2008 sebanyak 67 orang, dan tahun 2009 sebanyak 68 orang.

Kepercayaan masyarakat terhadap Puskesmas dalam penyembuhan penyakit TBC tidak hanya meningkat secara kuantitas, tetapi juga kepercayaan secara kualitas.  Ini terbukti dengan ditemukannya penderita TBC tidak hanya dari kalangan sosial ekonomi lemah, tetapi juga dari kalangan sosial ekonomi atas.

Fakta di masyarakat, bahwa anggota TBC dari social ekonomi lemah tetap beresiko terhadap penularan TBC yang disebabkan karena kualitas kesehatan rumah dan lingkungan serta asupan gizi yang kurang, walaupun sudah mendapat pengobatan secara gratis. Sebaliknya banyak penderita yang mendapat pengobatan gratis tetapi juga mempunyai kemampuan social ekonomi yang tinggi, perumahan yang sehat dan layak. Dari  fakta tersebut timbul pemikiran Puskesmas untuk menjadi jembatan bagi shering dana / amal shodaqoh dari para penderita yang social ekonami kaya ke angota yang miskin.

Paguyuban penderita TBC merupakan  suatu sarana untuk menampung masyarakat yang menderita maupun mantan penderita TBC yang berfungsi untuk memberikan bimbingan, pengobatan, pengayoman dan  tempat ajang silaturohmi antar penderita maupun mantan penderita TBC, serta shering dana / amal shodaqoh agar para penderita maupun mantan penderita TBC dapat sembuh total dan percaya diri.   Maka dari itu, kami pandang perlu untuk dibentuk suatu wadah yaitu Paguyuban TBC Plus.

III. Pengertian Paguyuban TB Paru

Paguyuban TBC Plus adalah suatu program yang merupakan wadah untuk menampung penderita dan mantan penderita TBC serta keluarganya ( Pengawas minum Obat ) di suatu wilayah Puskesmas untuk shering tentang penyakit TBC dan yang menyertainya, serta sebagai jembatan bagi shering dana / amal shodaqo dari anggota yang kaya ke anggota yang miskin di wilayah Puskesmas,  dengan harapan dapat menciptakan iklim kemitraan dan transparansi pada upaya penangulangan  penyakit TBC.

IV. Tujuan

a.       Tujuan Umum :

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian penyakit TBC dengan cara memutuskan rantai penularan,sehingga penyakit TBC.tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat.

b.      Tujuan Khusus :

–     Menimgkat penemuan penderita TBC dengan bta positive secara dini

–     Meningkatkan peran serta masyarakat dalam penanggulangan penyakit TBC.

–     Mengontrol pola hidup dan  cara minum obat yang benar sesuai dengan standart mutu.

–     Mempermudah akses pelayanan penderita TBC untuk mendapatkan   pelayanan  yang sesuai dengan standart mutu.

–     Sebagai tempat berbagi pengalaman dan silaturohmi antar penderita dan mantan penderita

–     Menyebar luaskan informasi tentang penyakit TBC. paru kepada keluarga penderita  dan masyarakat sekitarnya, sehingga bila ada penderita TBC baru  segera mendapat pengobatan.

–     Meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, perumahan penderita dan sosial ekonominya.

V.  Jenis Kegiatan

Beberapa kegiatan pada program paguyuban TB adalah sebagai berikut :

1.   Penemuan penderita baru dengan BTA Positf, pengobatan dan rehabilitasi pasien.

–  Penemuan Penderita

Kegiatan ini dilakukan secara:

  • Pasif,  yaitu pasien yang datang di poli umum / poli lansia dengan keluhan batuk lama, dilakukan pemeriksaan BTA SPS ( Bakteri Tahan Asam Sewaktu datang – besok pagi hari – Sewaktu datang lagi ). Bila ditemukan BTA Positif maka akan diobati selama 6 bulan.
  • Aktif, yaitu  penemuan penderita yang dilakukan melalui informasi dari anggota paguyuban dan masyarakat.

Alur diagnosa penderita TBC terlampir.

–    Pengobatan Penderita

Pengobatan dilakukan selama 6 bulan berturut-turut sesuai dengan standart dan berat badan pasien.

Tahap Intensiv diminum setiap hari selama 2 bulan, tahap lanjutan diminum 3 kali seminggu selama 4 bulan.

–    Rehabilitasi Penderita

Setelah pasien dinyatakan sembuh, maka dilakukan rehabilitasi melalui paguyuban TBC dengan cara berbagi ilmu dan pengalaman agar penderita dapat pulih keadaannya dan menjadi percaya diri.

2.      Peningkatan kwalitas kesehatan rumah dan lingkungan anggota paguyuban TB.

Mengingat ada penderita TBC yang dari golongan sosial ekonomi lemah, dengan kondisi rumah dan lingkungan  yang tidak sesuai dengan syarat kesehatan, maka bentuk kegiatan ini adalah ” Bedah rumah anggota paguyuban ”.

Kegiatan ini memerlukan dana yang cukup, sedangkan anggota paguyuban  banyak dari kalangan sosial ekonomi lemah, maka dibentuklah tim Pelaksana untuk memilih anggota yang  keluarganya terpilih dalam program bedah rumah ini.

Pemilihan rumah dilakukan dengan kriteria : Anggota paguyuban, dalam wilayah Puskesmas Mantup, kondisi rumahnya tidak memenuhi syarat kesehatan, berobat tidak drop out/ teratur, diutamakan terdapat balita dalam rumah tersebut.

Program bedah rumah ini bentuknya adalah shodaqo yang mana anggota yang mendapatkan tidak  mengembalikan dana dalam bentuk apapun.

3.      Meningkatkan sosial ekonomi anggota paguyuban.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan kambing bergulir. Kambing ini diharapkan bisa dipelihara dan dikembangbiakkan sehingga bisa membantu perekonomian anggota paguyuban.

Tim Pelaksana akan melakukan verifikasi dan memilih anggota dengan sosial ekonomi terendah.  Bagi anggota yang mendapatkan kambing bergulir diberlakukan sistem, dimana kambing itu dipelihara sampai beranak, kemudian tiba saatnya kambing induk digulirkan ke anggota yang lainnya atas dasar survey oleh tim verifikasi.

Pada setiap item kegiatan bedah rumah dan kambing bergulir selesai, dilakukan serah terimah kepada peserta terpilih dengan berita acara. ( berita acara terlampir ).

VI. Rencana kegiatan

NO KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Program TB:-.Penemuan penderita-.Pengobatan Penderita 

-.Rehabilitasi Penderita

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

2 Penggalian Dana V V V V V V V V V V V V
3 Pembentukan Tim Pelaksana V
4 Bedah Rumah :- Pelaksanaan Verifikasi lapangan- Koordinasi dg Pemdes 

– Pelaksanaan Bedah Rumah

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

5 Pemberian kambing bergulir- Pelaksanaan Verifikasi lapangan- Koordinasi dg Pemdes 

– Pelaksanaan kambing bergulir

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VII.  Penggalian Dana

Dana untuk bedah rumah dan kambing bergulir diperoleh dari :

–          partisipasi anggaota paguyuban TBC paru Puskesmas Mantup  yang dikordiner oleh petugas TB.Paru .Adapun besaranya adalah  sukarela  dan sesuai dengan kesanggupan mereka dan diangsur selam tiga bulan .

–          Selain itu dana diperoleh juga dari partisipasi masyarakat  umum diluar anggota (Sumbangan, zakat maal dan lain lain).

–          Bagi peserta JAMKESMAS tidak dibebani biaya apapun.

Proyeksi cakupan TBC Paru dengan BTA Positif Puskesmas Mantup tahun 2010 adalah 44 orang ,srdang suspek yang harus diperiksa 477 orang  pertahun ,atau rata rata 40 orang perbulan ,sedangkan selama ini kita dapat memperoleh cakupan penderita TB Paru  lebih dari apa yang ditargetkan Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan

VIII. Penggunaan Dana

Melihat asumsi cakupan TB Paru Puskesmas Mantup , maka dapat diperkirakan dana yang terkumpul sebesar Rp.4.000 000,- s/d Rp.6.000 000 ,- per tahun dan dapat kita pergunakan memperbaiki rumah ( Bedah rumah ) sebanyak  2 – 4 rumah penderita  anggota paguyuban  yang kondisi rumahnya kurang memenuhi syarat kesehatan. Dana juga digunakan untuk kegiatan kambing bergulir sesuai dengan sistem dan protap yang telah ditetapkan. Adapun jumlah penggunaan dana sesuai dengan kebutuhan.

IX.    Evaluasi Kegiatan  tahun 2009

NO KEGIATAN BULAN
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1 Program TB:-.Penemuan penderita-.Pengobatan Penderita 

-.Rehabilitasi Penderita

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

VV 

V

2 Penggalian Dana V V V V V V V V V V V V
3 Pembentukan Tim Pelaksana V
4 Bedah Rumah :- Pelaksanaan Verifikasi lapangan- Koordinasi dg Pemdes 

– Pelaksanaan Bedah Rumah

 

 

VV 

V

VV 

V

5 Pemberian kambing gulir( Tiga kambing digulirkan pd 2 orang anggota)- Pelaksanaan Verifikasi lapangan 

– Koordinasi dg Pemdes

– Pelaksanaan kambing bergulir

 

 

 

V 

V

V

X.  Penutup

Penyakit TBC hingga saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sulit ditanggulangi. Dengan adanya program paguyuban TBC ini diharapkan penyakit TBC dapat cepat ditanggulangi dan diberantas di wilayah Puskesmas Mantup dan sekitarnya melalui program pemberantasan dan pemberdayaan. Pelaksanaan program ini sangat membutuhkan kerja sama dengan banyak pihak. Oleh karena itu marilah kita semua bahu membahu demi tercapainya tujuan program ini.

SUSUNAN KEPENGURUSAN PAGUYUBAN TBC PLUS

KECAMATAN MANTUP

PEMBINA 

KETUA

BENDAHARA

SEKRETARIS

SEKSI PENEMUAN PENDERITA DAN PMO

TIM PELAKSANA

::: 

:

:

:

Dr. TAUFIK HIDAYAT 

SUGENG

NOVIA BEETIE

KUSMIWATI

SEMUA BIDAN DESA

KETUA : SAMSUL HIDAYAT

ANGGOTA : SUSILO HADI

TURKAN

NUR HADI

LAMPIRAN : DAFTAR NAMA DONATUR  ANGOTA PAGUYUBAN TB PARU

UPT. PUSKESMAS MANTUP TAHUN 2009

No Nama Alamat Angsuran ke
IRp IIRp IIIRp IVRp VRp VIRp
1 BUDIANTO MANTUP 50.000 50.000 50.000
2 HARTONO SB.BENDO 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
3 TOMI SUDAR M NGAGROK 50.000 25.000 25.000 50.000
4 JUKI KD.SOKO 50.000 25.000 50.000 25.000
5 SUMANI TUGU 150.000
6 ZAENAL ARIFI MANTUP 150.000
7 JUMANI SK.SARI 150.000
8 RUSWATI TUNGGUN 50.000 50.000 50.000
9 IYAH TUNGUNN 50.000 50.000 50.000
10 NEMU KD.BEMBEM 100.000 50.000
11 WANTI KD.SOKO 50.000 25.000 75.000
12 SUGENG PEL.REJO 50.000 25.000 25.000
13 AWI SB.BENDO 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000 25.000
14 NUR ALI KB.BAHU 25.000 25.000 50.000 25.000 25.000
15 SULIS .T KD.SOKO 50.000
16 SYFII KHOIRI SK.BENDU 50.000 50.000
17 SUTARDI SB.BENDO 50.000 50.000 25.000 25.000
18 MINUK TUGU 50.000 50.000 25.000 25.000
19 SASI SB.AGUNG 50.000
20 KATRI MANTUP 25.000 50.000
21 SYAIFUL KB.BAHU 25.000 25.000
22 FAUZI MANTUP 25.000 50.000 20.000 30.000
23 SANTIK SB.DADI 50.000 25.000 25.000
24 MAISAROH DUMPI 150.000
25 MAKNO SK.SARI 25.000 25.000
26 ELIS MANTUP 100.000
27 NIKEN KD.BEMBEM 25.000
28 INDRA SK.SARI 50.000
29 SUPRAT KD.BEMBEM 100.000
30 SISKA SD.MULYO 10.000
31 LADRI TIKUNG 50.000
32 JUMLAH 1.560.000 900.000 520.000 280.000 125.000 50.000
33 JUMLAH TOTAL 3.435.000,- ( Tiga juta Empat Ratus Tiga puluh Lima Ribu Rupiah )
Iklan
Posted in: Uncategorized