UPAYA PENCEGAHAN KEMATIAN IBU DAN BAYI DI PUSKESMAS MANTUP KABUPATEN LAMONGAN

Posted on Februari 2, 2011

1


UPAYA PENINGKATAN PENANGANAN

IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS MANTUP

DENGAN

MENEJEMEN BUMIL TERPADU ( MBT )


Pendahuluan

Angka kematian ibu ( AKI ) dan angka kematian bayi ( AKB) di Indonesia walaupun telah berhasil ditekan dengan berbagai intervensi kesehatan di tingkat masyarakat, akan tetapi bila dibandingkan dengan Negara Asean lainnya angkanya masih jauh lebih tinggi

Demikian juga di Mantup meskipun pertolongan persalinan 100 % oleh tenaga kesehatan, namun pada tahun 2007, masih terdapat kematian bayi, kematian Ibu bersalin serta masih banyaknya BBLR.

Selain itu ditemukan pula penurunan kwalitas hidup (kesehatan ibu setelah melakukan persalinan)

yang disebabkan oleh penyakit-penyakit : Jantung, Paru-paru, Diabetus Mellitus, Ginjal dan Hipertensi .

Beberapa penyebab terjadinya AKI dan AKB,dan penurunan kwalitas kesehatan setelah persalinan diantaranya adalah:

Masih rendahnya kwantitas deteksi resiko tinggi

Masih rendahnya kwalitas deteksi resiko tinggi oleh bidan desa

Masih rendahnya kwalitas pengelolaan ibu hamil resiko tinggi oleh bidan desa di Wilayah kerja Puskesmas Mantup.

Oleh sebab itu sangat diperlukan upaya-upaya prioritas dalam pengelolaannya, dengan jalan

semua Bumil K 1 harus pernah mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan terpadu di Puskesmas Induk., yang dikerjakan oleh dokter dan bidan senior.

Dengan Manajemen Bumil Terpadu Cakupan Risti Bumil bisa ditingkatkan

dan bisa kita tunjukkan bahwa Pelayanan ibu hamil yang nyaman dan aman tidak selalu membutuhkan biaya yang mahal.

TUJUAN

Tujuan Umum

Untuk menurunkan AKI dan AKB di Wilayah Kecamatan Mantup

Tujuan Khusus :

Meningkatkan kwantitas dan kwalitas DRT bumil di Mantup

Meningkatkan cakupan bumil resti di Mantup

Semua bumil risti ditangani

Mencegah dan mengatasi penyakit dan komplikasi pada kehamilan dan persalinan.

Mencegah dan menurunkan angka BBLR

Meningkatkan sistim rujukan Bumil di Mantup

Meningkatkan sistim rujukan dini berencana terhadap bumil risti.

Meningkatkan ikatan antara Bumil dengan Bidan di desa

 

Sumber Daya

Sarana / Fasilitas kesehatan :

Puskesmas Induk : 1 Buah

Puskesmas Pembantu : 3 Buah

Polindes : 13 Buah

Posyandu : 79 Buah

Sumber daya Manusia / Tenaga

Dokter Umum : 2 Orang

Dokter Gigi : 1 Orang

Bidan PNS / Desa : 3 / 13 Orang

Perawat Wanita : 1 Orang

Petugas Gizi : 1 Orang

Pusling untuk antar jemput Bumil : 2 buah

 

Sumber dana :

Peran masarakat TABULIN, DASOLIN

Dana internal \ taktis puskesmas

Selama satu tahun dengan 106 kali kegiatan :

106 x 70.000 = 7.420.000


Tempat Pelayanan

1. Puskesmas Induk : 1 Buah

2. Puskesmas Pembantu : 4 Buah

3. Polindes : 13 Buah

4. Posyandu : 79 Buah

 

Upaya Peningkatan Pananganan

Semua Bumil baru harus mendapatkan pelayanan terpadu di Puskesmas Induk ( MBT ).

Bumil RR di kembalikan untuk ANC ulang di Pustu atau Polindes.

Bumil RT yang tidak bisa ditangani bidan desa diberikan jadwal berkala minimal 1 bulan atau 3 bulan lagi untuk kunjung ulang di Puskesmas Induk kunjungan disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan.

diluar ketentuan tersebut harus periksa ulang ke Pustu atau Polindes.

Bumil dengan Resiko tinggi dilakukan rujukan dini berencana ke Rs ( spesial ).


Iklan
Posted in: Uncategorized