LAYANAN SEPENUH HATI ( LSH )

Posted on Desember 14, 2010

0


Latar Belakang

Puskesmas Mantup merupakan unit pelayanan kesehatan yang menjadi tumpuan masyarakat kecamatan Mantup dan sekitarnya, terutama bagi masyarakat keluarga miskin dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Menyadari akan hal itu, maka kami senantiasa berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Visi Puskesmas Mantup adalah “ Pelayanan Prima Menjadi Budaya Kerja “

Misi :

  • Melakukan terobosan / inovasi dalam setiap kegiatan atau program kesehatan
  • Memberikan pelayanan yang aman, nyaman, terjangkau dan profesional
  • Mendorong peran serta masyarakat dalam pembangunan yang berwawasan kesehatan.
  • Meningkatkan kemampuan, tanggung jawab, kerjasama provider dalam masalah tehnis dan managemen pelayanan kesehatan.
  • Memupuk kebersamaan dan rasa memiliki.

Untuk mewujudkan Visi Puskesmas melalui misi yang kedua, yaitu memberikan pelayanan yang aman, nyaman, terjangkau dan profesional, dan pelaksanaan Surat Keputusan kepala puskesmas nomer : 188/79/KEP/413.102.18/2007 tentang kebijakan pimpinan unit pelayanan dalam meningkatkan kwalitas pelayanan / inovasi yang dilakukan maka kami meluncurkan program LSH di Puskesmas Mantup ini.

Dahulu Puskesmas memiliki citra yang kurang bagus dan banyak komplain dari masyarakat / pelanggan tentang pelayanan yang kurang ramah dan asal-asalan. Maka  untuk mengatasi hal tersebut kami berbenah diri melalui program LSH ini.

II.   Pengertian LSH

Layanan Sepenuh Hati ( LSH ) adalah sebuah program untuk meningkatkan kemampuan pegawai agar bisa memberikan pelayanan dengan tulus dan antusias (sepenuh hati) sesuai kebutuhan pelanggan atau bahkan melampaui kebutuhannya, sehingga pelanggan merasa puas, kagum / salut dan atau terharu.

III.  Tujuan

1.    Meningkatkan kualitas dan kuantitas hubungan antara petugas dengan pelanggan.

2.    Sebagai salah satu sarana melaksanakan dan monitoring pelayanan yang seimbang antara kesehatan jasmani dan rohani.

3.    Sebagai sarana pendidikan, untuk mengingatkan, membimbing dan memberi contoh sikap dan perilaku sehari-hari yang baik / sesuai tuntunan agama terutama Islam bagi pelanggan.

4. Meningkatkan citra Puskesmas sebagai unit pelayanan publik yang mengutamakan kepuasan pelanggan dengan mengedepankan sikap pelayanan yang sepenuh hati.

IV. Implementasi LSH

1.    Pembentukan tim LSH.

Tim LSH Puskesmas mantup terdiri dari :

Ketua                         :  dr. Taufik Hidayat

Sekretaris      :  Kusmiwati, AMd. Keb.

Anggota         :  Lampit, AMd Kep.

Maksum, AMd Kep.

Turkan

Suprat

Tim LSH mempersiapkan seluruh materi tentang LSH dan membuat rencana kerja pelaksanaan program LSH  di Puskesmas.

2.    Sosialisasi LSH di Puskesmas.

Sosialisasi LSH dilakukan oleh tim LSH Puskesmas kepada seluruh pegawai Puskesmas Mantup sejumlah 43 orang. Kita menggunakan metode ceramah-tanya jawab. Juga dibagi buku panduan LSH dengan Saseta kepada semua staf.

3.    Pelatihan LSH bagi seluruh pegawai Puskesmas Mantup.

Pelatihan LSH Puskesmas oleh Tim LSH tingkat Puskesmas. Diikuti oleh semua staf  Puskesmas Mantup sejumlah 43 orang. Materi yang diberikan saat pelatihan adalah Layanan Sepenuh Hati, Pribadi Unggul dalam LSH, Bekerja sebagai sarana Ibadah, Penampilan Sehat dan Menarik, Mendengar Aktif, Atensi dan Responsive, Telepon Prima, dan Handing Komplain. Pelatihan ini dilakukan selama satu bulan dengan 4 kali pertemuan, seminggu sekali setiap hari kamis, pada tanggal 3, 10, 17  dan 24 Juli 2008  dengan berseragam LSH. Setelah selesai melaksanakan pelatihan, Tim membuat Protap LSH sebagai pedoman pelaksanaan LSH di masing-masing bagian pelayanan UPT Puskesmas Mantup (sebagaimana protap terlampir ).

4.    Pelaksanaan LSH di Puskesmas.

Pencanangan ” Saseta ( Salam senyum dan tanya ) ”, dilakukan oleh kepala UPT Puskesmas mantup ( dr. Taufik Hidayat ) pada tanggal 24 Juli 2008 di ruang pertemuan Puskesmas Mantup.

Wellcoming Face ” Saseta di Pintu Masuk rawat jalan Puskesmas Mantup.

Patient Communication ” Kita membuka komunikasi seluas-luasnya dengan pelanggan dengan memberikan sarana untuk penyaluran komplain, gerakan bagi-bagi permen, dan pelanggan dikumpulkan untuk sharing dengan petugas tentang pelayanan.

Telepone Prima ” merupakan cara menggunakan telephone ( baik menerima maupun menelpon ).

5.    Evaluasi.

Kita mengadakan evaluasi dalam setiap proses pelaksanaan LSH oleh tim LSH Puskesmas.

Diharapkan IKM Puskesmas mantup tahun 2009 menjadi lebih baik lagi.

Komplain tentang SDM menurun.

Saseta dan LSH berjalan dengan baik.

V.  Penutup

Seiring dengan perkembangan jaman, tuntutan masyarakat dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas juga semakin meningkat. Untuk itu kami, seluruh staf Puskesmas Mantup senantiasa akan berusaha menjadi  unit pelayanan publik terbaik bagi masyarakat. Dengan adanya program ini tentu akan memberikan kontribusi yang besar dalam mencapai tujuan tersebut. Akhirnya semoga program ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan demi perbaikan Puskesmas Mantup di masa yang akan datang.

 

Iklan
Posted in: LSH